Pada kesempatan
ini, saya akan membahas tentang “Kemiskinan di Sekitar Kita”, tepatnya di
daerah tempat saya tinggal. Tapi sebelumnya saya akan menuliskan sedikit
tentang definisi kemiskinan.
Definisi Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi
ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian ,
tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh
kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap
pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang
memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya
melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya
dari sudut ilmiah yang telah mapan. Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara.
Pemahaman utamanya mencakup:
Gambaran kekurangan materi,
yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan
pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi
kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.Gambaran tentang kebutuhan sosial,
termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk
berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi.
Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup
masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang
lainnya.
Gambaran tentang
kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di
sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh
dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di
luar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja
melarangnya. Pada dasarnya bentuk/jenis kemiskinan dapat dikelompokkan menjadi
tiga pengertian, yaitu:
Kemiskinan Absolut
Seseorang dikategorikan termasuk ke dalam golongan
miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan,
tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum, yaitu: pangan, sandang,
kesehatan, papan, dan pendidikan.
Kemiskinan Relatif
Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya
telah hidup di atas garis kemiskinan tetapi masih berada di bawah kemampuan
masyarakat sekitarnya. Kemiskinan ini dilihat dari aspek ketimpangan sosial,
karena ada orang yang sudah dapat memenuhi kebutuhan dasar minimumnya tetapi
masih jauh lebih rendah dibanding masyarakat sekitarnya (lingkungannya).
Semakin besar ketimpangan antara tingkat penghidupan golongan atas dan golongan
bawah maka akan semakin besar pula jumlah penduduk yang dapat dikategorikan miskin,
sehingga kemiskinan relatif erat hubungannya dengan masalah distribusi
pendapatan.
Kemiskinan Kultural
Kemiskinan ini berkaitan erat dengan sikap seseorang
atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat
kehidupannya sekalipun ada usaha dari pihak lain yang membantunya.
Kemiskinan di Sekitar Kita
Sekarang saya akan membahas kemiskinan di sekitar
tempat saya tinggal. Saya tinggal di daerah Blower yang masih berada dalam lingkup
Kota Banda Aceh. Pada dasarnya, warga-warga di Blower ini memiliki pendapatan
yang lumayan untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Terus terang saja, saya
sangat sulit menemukan satu keluarga yang masih hidup dalam kemiskinan. Setelah
menyusuri lorong-lorong kecil, akhirnya saya menemukan satu keluarga yang kebutuhan
hidupnya masih jauh dari kata cukup. Keluarga ini terdiri dari seorang ibu dan
dua orang anak perempuan, yang paling tua berumur 14 tahun dan satunya lagi
berumur 7 tahun. Suami dari ibu tersebut telah meninggal sekitar 3 tahun yang
lalu. Pekerjaan sehari-hari dari ibu ini adalah sebagai pembantu di salah satu
rumah warga. Pendapatannya dalam sebulan hanya Rp750.000,-/bulan. Si ibu harus
bekerja dari pagi hari sampai sore menjelang maghrib. Sedangkan kedua anaknya
masih bersekolah di tingkat SMP dan SD. Dengan pendapatannya saat ini, sang ibu
harus pandai mengatur keuangannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari,
termasuk biaya untuk keperluan kedua anaknya dan sewa rumah (tidak ingin disebutkan
harganya). Sang ibu berharap agar kedua anaknya kelak di masa depan bisa sukses
dan merubah nasib dari keluarganya menjadi lebih baik.
Inilah yang dapat
saya bahas dari “Kemiskinan di Sekitar Kita” yang berlokasi di Blower. Dengan pembahasan
saya ini, mudah-mudahan bisa bisa jadi pembelajaran dalam memaknai hidup. Kita harus
mensyukuri apa yang telah kita miliki, terkadang kita masih mengeluh terhadap
apa yang kita miliki. Padahal di sekitar kita masih ada orang yang memiliki
kekurangan dan membutuhkan perhatian kita. Sudah saatnya kita peduli kepada sesama
manusia dan memberikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan.